Minggu, 30 Oktober 2011

Materi PAK Kelas VII semester 1

BAB I
MANUSIA SEBAGAI GAMBAR DAN RUPA ALLAH

Bahan Alkitab: Kejadian 1:26-30; 2:7; 3:14-19; Maz. 8

1.      Arti gambar dan rupa Allah
Dalam bahasa Ibrani sebagai bahasa asli PL, kata “gambar” adalah tselem yang berarti gambar, patung, model yang asli. Sedangkan “rupa” disebut dengan istilah demuth yang berarti salinan, tembusan yang asli. Dalam bahasa Yunani yang merupakan bahasa asli PB, “gambar” disebut dengan istilah eikoon yang berarti bentuk yang asli atau perwujudan yang dilukiskan, yang tampak. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia , “gambar” berarti tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dll.) yang dibuat dengan coretan pensil dsb pada kertas, lukisan. “Gambaran” adalah hasil menggambar, bayangan, uraian, keterangan, penjelasan. “Rupa” diartikan sebagai keadaan yang tampak diluar, tampang muka, wujud atau apa yang tampak (kelihatan), bentuk.
2.      Manusia adalah mahkota ciptaan Allah
Manusia diciptakan pada hari keenam. Manusia diciptakan dengan cara yang berbeda dengan ciptaan lain, dimana dalam menciptakan alam Allah hanya berfirman dan jadilah seperti yang difirmankanNya. Sebaliknya, manusia diciptakan Allah dengan menggunakan debu tanah dan kemudian diberi nafas. Hal ini yang membuat manusia berbeda dengan ciptaan lainnya, dan sekaligus menempatkan manusia sebagai “mahkota ciptaan Allah”. Kalau ciptaan lainnya dinilai Allah sebagai yang baik (Kej. 1:10), maka manusia dinilai sebagai yang “amat baik” (Kej. 1:31).
3.      Makna manusia sebagai gambar dan rupa Allah
Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah berarti:
  1. Manusia memiliki citra atau sifat-sifat Allah seperti: mengasihi, sabar, memiliki kehendak, pikiran, keinginan, pengetahuan, kebenaran, perasaan. Allah memiliki sifat mencipta dan memelihara ciptaanNya. Tetapi Allah juga dapat menghukum ciptaanNya bila melakukan pelanggaran (Kej. 3:14-19). Kedua sisi ini hendaknya dipahami dengan benar bahwa kecenderungan Allah dalam mencipta, memelihara dan mengasihi ciptaanNya lebih besar daripada keinginanNya untuk menghukum yang bersalah.
b.      Manusia diberi tanggung jawab untuk mengolah bumi, berkuasa dan memelihara ciptaan Allah yang lain. Tanggung jawab ini hanya diberikan kepada manusia bukan kepada ciptaan lainnya. “Berkuasa” di sini tidak boleh diartikan, bahwa manusia dapat menggunakan kuasanya dengan bebas. Sebaliknya, ini berarti manusia mendapat tugas untuk mengatur seluruh alam dan kehidupan di muka bumi ini.
  1. Manusia tidak bisa terlepas dari keterkaitannya sebagai milik Allah. Manusia dituntut untuk hidup sesuai dengan kehendakNya dan ini hendaknya tercermin baik dalam hubungannya dengan sesama manusia maupun dengan lingkungan dan alam semesta ini. Manusia tidak bisa hidup untuk dirinya sendiri (manusia = makhluk sosial), karena semua kebutuhannya dipenuhi oleh keberadaan ciptaan Allah lainnya, mulai dari udara, air, tumbuhan, binatang, bahkan manusia lainnya.
Dalam keterkaitannya dengan Allah, manusia mempunyai hubungan yang khusus dengan Allah, yaitu manusia adalah makhluk yang dapat bergaul dengan Allah dan hal ini tidak ada pada ciptaan yang lain. Hal ini sangat istimewa, melalui hubungan khusus ini manusia dapat mengetaui dengan baik, apa yang dikehendaki Allah darinya secara pribadi.
4.      Tanggung jawab manusia sebagai gambar dan rupa Allah
Gambar dan rupa Allah yang ada pada manusia hendaknya terwujud dalam hidup manusia melalui ketaatannya dalam melakukan kehendak Allah. Menurut Kej. 1:28; 2:7, manusia diberi tanggung jawab untuk mengolah dan memelihara seluruh ciptaan Allah. Tanggung jawab disini berarti melakukan perbuatan-perbuatan yang bukan hanya menguntungkan dirinya sendiri melainkan untuk kepentingan dan berkat bagi sesama dan lingkungannya.misalnya: menolong orang yang mengalami musibah. Akhirnya hal ini menjadi bukti dan teladan bagi sesamanya, sehingga gambar dan rupa Allah yang ada padanya menjadi nyata dan dirasakan oleh setiap orang melalui cara berpikir, bertutur kata dan berbuat, yang tujuan akhirnya adalah memuliakan Allah.

  • Evaluasi
1.      Sebutkan apa saja yang kamu ketahui mengenai manusia sebagai gambar dan rupa Allah!
2.      Apakah kamu setuju manusia disebut sebagai mahkota ciptaan Allah? Mengapa?

BAB II
MANUSIA DIBERI MANDAT UNTUK BERKARYA

Bahan Alkitab: Kejadia 1:28-30

Mandat adalah perintah yang diberikan oleh seseorang/lembaga kepada orang/lembaga lain untuk dilaksanakan.

1.      Manusia adalah mandataris Allah
Kata “mandataris” berarti orang yang menerima (diserahi, menjalankan) mandat. Jadi, manusia sebagai penerima mandat dari Allah berarti manusia diberi kuasa atau kewenangan oleh Allah untuk menjalankan perintah-perintahNya (berkarya sesuai dengan kehendak Tuhan). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan mandat Allah tersebut:
  1. Manusia diberi tugas untuk mengelola bumi sebagai pelaksana mandat Allah.
  2. Manusia harus melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, bukan sebagai beban.
  3. Manusia menyatakan anugerah yang telah diterimanya kepada ciptaan lain.

2.      Allah melengkapi manusia dengan akal budi untuk melaksanakan mandatNya
Pada kenyataannya, Allah memberikan mandat kepada manusia untuk dilaksanakan di dunia ini. Ini berarti bahwa, manusia sebagai wakil Allah dalam dunia ini harus menyadari dan melaksanakannya. Mandat tersebut hanya bisa dilaksanakan karena Tuhan melengkapi manusia dengan potensi rasional dan memampukan manusia untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan perintah Tuhan. Inilah salah satu keunikan manusia jika dibandingkan dengan ciptaan lain.

3.      Mandat sebagai anugerah Allah
Mandat yang diberikan Allah kepada manusia bukan beban, melainkan anugerah/karunia. Inilah yang harus disadari manusia. Dunia dan makhluk-makhluk lainnya diserahkan kepada manusia supaya dikuasai, ditaklukkan, dan dimanfaatkan oleh manusia (Kejadian 1:28-30). Dengan demikian, manusia adalah wakil Allah di dunia ini. Manusia menjadi pengurus dan pekerja di dalam dunia ini. Tuhan membutuhkan manusia untuk melakukan dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaanNya (Kejadian 2:6). Jadi, dapat disimpulkan bahwa mandat yang diberikan kepada manusia merupakan anugerah.

Evaluasi:
  • Apakah yang dimaksud dengan mandat?
  • Sebutkan lima contoh tindakan yang menunjukkan bahwa manusia telah melaksanakan mandat Allah!
  • Sebagai pelajar, apakah kamu juga menerima mandat dari Allah? Apakah mandat tersebut?











BAB III
KEBESARAN ALLAH

Bahan Alkitab: Pengk. 3:11; Maz. 40, 78, dan 104

“Kebesaran” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sifat (keadaan besar); kehormatan; keluhuran; kemegahan; kemuliaan; kejayaan; keagungan; tanda-tanda yang menyatakan ketinggian martabat atau pangkat. Dengan demikian “kebesaran Allah” adalah ungkapan yang menjelaskan kemuliaan, keagungan, kehormatan dsb untuk menggambarkan keadaan Allah yang tidak dapat dibandingkan dengan kebesaran manusia atau sesuatu yang besar didunia ini. Berikut adalah tanda-tanda kebesaran Allah:

4.      Allah Sang Pencipta
Kemahakuasaan Allah jelas dari karya ciptaanNya. Bukan saja dari yang tiada menjadi ada, melainkan juga dalam keteraturan dan kebesaran ciptaanNya. Setiap orang dapat belajar mengenai kebesaran Allah melalui alam dan pengalamannya.

5.      Allah Sang Sumber Kehidupan
Setelah Allah menciptakan dunia dan isinya, Allah tidak tinggal diam, melainkan terus bekerja, berkarya dan memelihara kelangsungan hidup ciptaanNya, karena kehidupan seluruh ciptaan, khususnya manusia bergantung sepenuhnya kepada Allah. Ini berarti bahwa Allah berdaulat atas kehidupan dan tujuan hidup kita. Bukti nyata pemeliharaan Allah adalah manusia diberi kelebihan/talenta berupa tenaga, kepandaian, dan akal budi serta menyediakan alam semesta sebagai bahan dasar yang harus diolah untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia.

6.      Allah Sang Penyayang dan Pengasih
Tidak ada manusia berdosa yang pernah melihat wajah Allah (Kej. 33:10). Namun, Allah menyatakan kasih melalui perbuatanNya yang penuh kemurahan kepada manusia. Penyataan dan perwujudan sifat Allah yang Penyayang dan Pengasih telah diwujudnyatakan dalam perjalanan dunia ini. Misalnya, pembebasan bagsa Israel dari tanah Mesir dan keselamatan keluarga Nuh dari air bah. Kedua peristiwa tersebut merupakan bagian dari kebesaran dan kasih sayang Tuhan yang telah dinyatakan.

7.      Allah Sang Pelindung
Dalam perjalanan hidupnya, manusia tidak pernah lepas dari perlindungan Allah. Pemazmur memandang Allah sebagai tempat perlindungan bagi hidupnya. Pada Allah  ada kekuatan, penghiburan, serta uluran kasih Allah yang dinyatakan kepada manusia. Inilah bukti bahwa Allah merupakan sumber perlindungan kita yang sejati.

8.      Allah Sang Pengampun
Anugerah Allah terus nyata dalam keberlangsungan dunia ini, walaupun dunia telah dilumuri oleh dosa manusia. Allah menghadirkan pendamai antara Allah dan manusia melalui Yesus Kristus. Melalui Yesus Kristus, Allah telah mendamaikan diriNya dengan manusia. Ia mengorbankan AnakNya yang tunggal demi keselamatan dan pengampunan bagi dosa manusia. Hal ini merupakan anugerah terbesar yang telah diberikan Allah bagi manusia dan dunia ini.

Evaluasi:
  1. Jelaskan dengan kata-katamu sendiri apa yang kamu pahami tentang kebesaran Allah!
  2. Tuliskan dua contoh kebesaran Allah yang kamu alami dalam hidup sehari-hari!
  3. Jelaskan mengapa kebesaran Allah tidak dapat disejajarkan dengan kebesaran manusia!
  4. Tuliskan contoh sikap yang diwujudkan oleh  orang yang tidak mengakui kebesaran Allah!







BAB IV
KETERBATASAN MANUSIA

Bahan Alkitab: Tawarikh 15:7

Keterbatasan manusia adalah suatu keadaan yang menunjukkan bahwa manusia memiliki keterbatasan, baik dalam pikiran, perasaan, perbuatan, maupun dalam karya manusia. Manusia mampu membuat pesawat dengan teknologi yang sangat tinggi, namun tetap saja ada kerusakan yang terjadi. Hal tersebut menunjukkan bahwa sehebat apapun, manusia tetap memiliki keterbatasan.


a.       Memahami keterbatasan manusia
Ketika Allah menciptakan dunia beserta isinya, manusia diciptakan secara sempurna oleh Tuhan sebagai makhluk yang mulia. Manusia dilengkapi dengan akal budi dan pikiran yang sempurna. Namun, dalam perjalanan hidup selanjutnya, manusia tidak mampu menjalani perintah yang telah diberikan oleh Tuhan, akhirnya manusia jatuh ke dalam dosa. Dosa tidak hanya menjadi pelanggaran terhadap perintah Tuhan, tetapi juga merupakan sikap pemberontakan manusia terhadap otoritas Allah. Sebagai penerima mandat Allah, manusia tidak mampu menjalankan seluruh perintah Allah, sehingga tetap berada dalam keterbatasannya.

b.      Menyadari bahwa setiap orang memiliki keterbatasan
Pemahaman akan keterbatasan manusia membawa manusia pada sebuah kesadaran bahwa ia terbatas. Tanpa adanya kesadaran tersebut, manusia tidak akan menyadari dirinya yang sesungguhnya. Manusia harus berada pada sebuah pemikiran bahwa ia hanyalah manusia terbatas yang memiliki kelemahan dan kekurangan. Kelemahan dan kekurangan yang dimiliki bukanlah sebuah halangan ataupun alas an bagi manusia untuk berkarya dalam dunia ini.
Allah masih memiliki rencana indah bagi setiap manusia, meskipun kita memiliki keterbatasan. Manusia mempunyai potensi untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, sesame, dan ciptaanNya. Alkitab tidak mengakhiri kesaksianNya dan meninggalkan manusia dalam kegelapan dan tidak berpengharapan. Alkitab menyaksikan bahwa ada perdamaian dengan Allah. Allah tetap mengasihi manusia, asalkan mau memperbaiki dan menyadari setiap keterbatasannya.


Evaluasi:
  1. Apakah yang dimaksud dengan keterbatasan manusia?
  2. Hal-hal apakah yang membuat manusia terbatas?
  3. Sebutkan beberapa keterbatasan yang dimiliki oleh manusia!
  4. Bagaimana caranya manusia menghadapi keterbatasan yang dimiliki?
  5. Bagaimana pendapatmu mengenai keterbatasan yang dimiliki oleh manusia maupun alat yang diciptakan oleh manusia?













BAB V
KEBESARAN ALLAH DAN KETERBATASAN MANUSIA

Bahan Alkitab: Keluaran 14:15-31

·         Kebesaran Allah adalah ungkapan yang menjelaskan kemuliaan, keagungan, kehormatan dsb untuk menggambarkan keadaan Allah yang tidak dapat dibandingkan dengan kebesaran manusia atau sesuatu yang besar didunia ini.

·         Keterbatasan manusia adalah Keterbatasan manusia adalah suatu keadaan yang menunjukkan bahwa manusia memiliki keterbatasan, baik dalam pikiran, perasaan, perbuatan, maupun dalam karya manusia.

Dalam keseluruhan isi Alkitab, Allah telah membuktikan segala karyaNya. Kebesaran Allah dapat kita lihat melalui:

c.       Penciptaan dunia yang sangat sempurna. Dengan menyaksikan keindahan alam yang sempurna, kita mengakui kekuasaan Allah yang begitu besar.

d.      Allah menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan rupaNya. Manusia diciptakan dengan sangat mulia dan Allah menjadikan manusia sebagai kawan sekerjanya untuk mengolah alam ciptaanNya.

e.      Allah menyediakan pengampunan bagi manusia sejak jatuh ke dalam dosa hingga saat iniallah mengampuni manusia, meskipun ia telah jatuh ke dalam dosa. Karya Allah yang besar dan agung tidak sampai disini saja. Ketika manusia terus berbuat dosa dan dunia tidak mampu diselamatkan oleh siapapun, Allah menyediakan keselamatan melalui Yesus Kristus. Inilah kebesaran Allah yang sangat luar biasa. Mampukah kita menandinginya?

Keterbatasan berarti keadaan terbatas yang dimiliki oleh manusia. Dalam menghadapi keterbatasan yang dimiliki, manusia seharusnya menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah bahwa Allah mampu memberi kekuatan kepada manusia untuk menghadapi keterbatasan yang dimiliki.

Evaluasi:

  1. Kebesaran Allah adalah ….
  2. Keterbatasan manusia adalah ….
  3. Kebesaran Allah dapat kita lihat melalui ….
  4. Apakah yang harus dilakukan manusia dalam menghadapi keterbatasannya?










BAB VI
PERISTIWA KELAHIRAN SEBAGAI KARYA ALLAH

Bahan Alkitab: Mazmur 22:9-10

Peristiwa kelahiran merupakan hal yang sangat sering kita dengar maupun saksikan. Kelahiran seorang anak merupakan kebahagiaan bagi keluarga. Bahkan sebagian besar keluarga mengadakan syukuran atas kelahiran seorang anak dalam keluarga mereka.
Ketika seseorang lahir, ia belum tahu apa-apa. Namun, apapun alasannya, ia dilahirkan kedunia agar mempunyai makna di hadapan Tuhan dan menikmati hidup sebagai anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepadanya. Setiap manusia diberikan kesempatan untuk menikmati berkat Tuhan, seperti menghirup udara, menikmati terang, menikmati air, dapat berkomunikasi dengan sesamanya dan sebagainya.
Kelahiran seorang bayi dan proses-proses terbentuknya janin dalam kandungan dapat dijelaskan secara biologis (manusia lahir karena pertemuan antara sel sperma dan sel telur). Namun, ada beberapa bagian dari peristiwa itu yang tidak dapat dijelaskan oleh akal budi manusia, seperti kutipan-kutipan di bawah ini:

Yvone Ntimoah (29) yang mengambil gambar bayi perempuannya yang baru berusia 31 minggu mengatakan, “Ini sangat fantastik. Tangan yang sebelumnya menutupi wajah, tiba-tiba terbuka, dan kami bisa melihat tersenyum.” Sementara Kate Blackwell (29), yang hamil selama 27 minggu menambahkan, “Suamiku, Paul, dan aku dapat menyaksikan setiap gerak-gerik bayi kami.” Meskipun demikian, ahli kandungan lain, Maggie Blott, memiliki pendapat yang berbeda. Ia masih tidak percaya kalau bayi dapat tersenyum di dalam Rahim ibunya (litbang, berbagai sumber).

Semua proses dari awal pembentukan janin sampai dengan kelahiran merupakan karya Allah dalam kehidupan manusia. Hanya Allah yang dapat menghembuskan nafas kehidupan dalam tubuh manusia. Dalam Alkitab, kita dapat menemukan betapa besar karya Allah yang mengadakan kehidupan manusia. Salah satu contoh adalah kehamilan Elisabet, ibu Yohanes Pembaptis. Padahal, secara biologis, Elisabet tidak dapat mengandung karena mandul. Selain itu, Elisabet dan suaminya, Zakharia, sudah berusia lanjut. Hal itu menunjukkan pada kita bahwa tiada yang mustahil bagi Allah dan semua yang terjadi dalam kehidupan manusia berada dalam kekuasaan Allah.
Dalam sejarah kelahiran beberapa tokoh Alkitab seperti Musa, Samuel, Ishak dan Yesus, kita membaca bahwa dalam kelahiran setiap orang, Allah selalu punya maksud dan rencana, baik dalam kehidupan pribadinya maupun bagi orang lain (bacalah Luk. 1-2; 1 Sam. 1; Kel. 2:1-10). Pencatatan silsilah dalam Alkitab menunjukkan bahwa setiap generasi, setiap pribadi yang lahir selalu terhitung dan punya makna di mata Tuhan.
Ungkapan pemazmur dalam Maz. 139:13-16 biarlah menjadi ungkapan syukur kita semua sekaligus wujud pengakuan kita tentang keajaiban penciptaan manusia oleh Tuhan yang Mahakuasa.

Tugas:
Bacalah Maz. 139:13-16 dan catat ayat mana yang berkesan! Berilah penjelasan mengapa ayat tersebut berkesan untukmu!







BAB VII
KARYA ALLAH DALAM KESEMBUHAN PENYAKIT

Bahan Alkitab: Matius 9:12

Sepanjang hidupnya, setiap manusia pasti pernah merasakan sakit. Penyakit itu sangat berpengaruh terhadap manusia, tidak hanya secara fisik tetapi meluas sampai pada mental, bahkan kepribadiannya. Apabila kita telah mengetahui bahwa penyakit bias menyerang siapa saja, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan karena seorang yang sehat berarti dia dapat berfungsi sebagai manusia seutuhnya.
Jika kita memperhatikan seseorang yang sakit atau bahkan ketika kita sendiri yang sakit, kita akan menemukan keadaan seperti berikut:
a.    Seorang yang sakit bergantung pada orang lain, tidak lagi berdiri sendiri.
b.    Seorang yang sakit merasa takut, yang pada hakekatnya adalah takut akan kematian.
Takut akan kematian sering kali mengganggu pikiran orang yang sedang sakit. Ketakutan akan kematian merupakan suatu kenyataan bagi manusia, dan dengan adanya ketakutan itu manusia dapat lebih menghayati kegembiraan dan syukur bahwa Tuhan mau melepaskannya dari ketakutan itu.
c.    Orang sakit mempunyai banyak waktu luang, sehingga ia merenung dan bergumul.
Jika tidak sakit, mungkin kita tidak akan pernah merenungi dan menggumuli kehidupan kita dan mengakui campur tangan Tuhan di dalamnya. Roh Kudus sering menggunakan penderitaan untuk membawa mereka yang belum selamat kepada-Nya. Penderitaan bagi pengikut Kristus dapat diartikan sebagai peningkatan iman kita dan untuk membentuk karakter kita (Ibrani 12:11),

Setelah beberapa lama terbaring sakit, seseorang biasanya mengalami kesembuhan (bias terjadi karena bantuan obat-obatan, penanganan para medis dan orang-orang yang merawatnya). Namun, tidak ada satu manusia pun yang dapat menjawab dengan tepat mengapa terjadi kesembuhan. Hal ini menunjukkan betapa berkuasanya Allah dalam kehidupan kita. Dia dapat menggunakan apapun untuk menyatakan kuasa-Nya, baik melalui obat-obatan yang dipakai, tenaga medis dan perawatan orang-orang terdekat kita, seperti yang tertulis dalam Roma 8:28, yaitu:

“Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.

Kesehatan berarti suatu keadaan di mana seseorang dapat berfungsi sebagai manusia seutuhnya. Penyakit yang diderita seseorang akan mempengaruhi fisik, mental, bahkan kepribadiannya. Namun, penyakit membuat kita tidak bias menolak kenyataan bahwa kita membutuhkan orang lain.

Soal-soal latihan:
1.    Apakah manfaat sakit bagi penderitanya?
2.    Apakah seseorang harus mengalami sakit terlebih dahulu agar bias bersyukur kepada Tuhan? Mengapa?
3.    Bagaimana kamu merasakan campur tangan Tuhan dalam kesembuhan dari sakit yang pernah kamu derita? Apakah yang kemudian kamu lakukan?




BAB VIII
KEMATIAN SEBAGAI KARYA ALLAH

Bahan Alkitab: II Korintus 1:10

Kematian adalah peristiwa yang terjadi pada setiap manusia, tanpa pandang bulu. Kematian membuat yang tinggi dan yang rendah berkedudukan sama. Kematian dapat terjadi kapan pun tanpa kita duga. Manusia cenderung menolak kenyataan tentang kematian.

Alkitab mengajarkan bahwa ada tiga macam kematian dan perbedaannya jelas.
·  Pertama, kematian fisik atau keterpisahan jiwa dan tubuh. Kematian tubuh ini ditunjukkan dalam Ibrani 9:27, “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja”.

·  Kedua, kematian rohani yang berarti terpisahnya jiwa dari Tuhan, dimana Paulus berkata kalau mereka (orang belum percaya) “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu” (Efesus 2:1), dan “jauh dari hidup persekutuan dengan Allah” (Efesus 4:18).

·  Ketiga, ada kematian kekal atau terpisah selamanya dari Tuhan. Semua yang memderita kematian kekal berada dalam keadaan sadar, tetapi “akan mejalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya” (II Tes. 1:9). Mereka “akan mendapat bagian mereka didalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua” (Wahyu 21:8).

Sebagai orang Kristen, seharusnya kita berserah diri secara total kepada kasih Allah. Penyerahan diri ini terjadi bukan karena kehidupan tidak berharga lagi, tetapi karena Allah dapat diandalkan. Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, seharusnya kita tidak takut pada kematian. Mengapa? Karena Tuhan Yesus telah bangkit, sehingga ibarat benih, Ia bangkit dari kematian dan bertumbuh menjadi tunas yang menghidupkan. Oleh kebangkitan-Nya, kuasa kematian telah dikalahkan dan Ia memberi kepastian bagi manusia yang mati dalam iman kepada-Nya untuk beroleh hidup yang kekal. Ini berarti bahwa sebenarnya manusia tidak layak untuk dibangkitkan bersama Yesus Kristus karena dosa-dosanya. Namun, karena kasih karunia Allah, manusia dilayakkan untuk menerima anugerah keselamatan, yaitu dibangkitkan bersama Yesus Kristus dan mengalami kehidupan kekal di surga bersama-Nya. Sekali lagi, semua hanya karena kemurahan Allah bagi kita.
Kematian telah menjadi bagian dari kehidupan manusia dan hal itu tidak dapat dihindari. Kehidupan manusia di dunia ini ada batasnya, tetapi kehidupan setelah kematian bersifat kekal. Orang yang mati dalam  iman kepada Tuhan Yesus, kelak akan dibangkitkan bersama-Nya. Itulah anugerah Allah kepada kita dan sekaligus menjadi kekuatan bagi kita yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat, sehingga kita tidak perlu takut menghadapi kematian.

Soal-soal latihan:
1.    Jelaskan perbedaan antara kematian tubuh, kematian rohani dan kematian kekal!
2.    Mengapa kita tidak perlu takut menghadapi kematian?
3.    Bagaimana seharusnya orang Kristen menghadapi kematian?




BAB IX
DIRIKU SEBAGAI BAGIAN DARI KARYA ALLAH

Bahan Alkitab: Roma 6:6

Lihatlah dirimu saat ini! Kamu pasti menyadari bahwa banyak yang berubah. Kamu tidak lagi disebut balita, tetapi remaja. Ketika memasuki usia remaja, kamu akan mengalami perubahan-perubahan yang cukup mencolok dibandingkan masa kanak-kanak. Postur tubuh tidak sama lagi seperti anak-anak.
Di balik semuanya, pernahkan kamu berpikir bahwa Allah turut berkarya dalam kehidupanmu? Kamu lahir dengan selamat dan berada dalam keadaan baik sampai saat ini. Saat kamu sakit, Allah juga turut berkarya melalui kesembuhanmu. Saat kamu bersedih, Allah juga berkarya mengobati kesedihanmu dengan memberikan orangtua dan orang-orang yang kamu kasihi. Bukankah hal itu menunjukkan bahwa kamu ada oleh karena karya-karya Allah yang dinyatakan di dalam dirimu?
Sebagai seorang remaja, kamu mulai berhadapan dengan berbagai macam tantangan dari lingkunganmu. Ada berbagai pilihan disekitarmu. Pilihan tersebut ada yang baik dan ada pula yang akan menjerumuskanmu ke hal-hal yang tidak baik. Narkoba, minuman keras, seks bebas, dan perkelahian adalah contoh hal-hal tidak baik. Ketika kamu mencobanya, ada ganjaran yang akan kamu terima. Namun, ada pula hal-hal yang membuka kesempatan bagimu untuk berkreasi dan mengembangkan diri, misalnya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, dan mengikuti berbagai kursus. Mana yang menjadi pilihanmu?
Dalam 1 Korintus 3:16, dikatakan bahwa kita ini adalah bait Allah dan Roh Allah diam di dalam kita. Seperti layaknya membersihkan, merawat, dan menjaga barang kesayangan kita, demikian pula kita melakukan hal yang sama terhadap diri kita. Mungkin kita memiliki kekurangan yang membuat kita merasa malu. Namun, bukankah Allah juga telah memberikan kelebihan-kelebihan dalam diri kita masing-masing? Semua yang ada dalam diri kita merupakan karya Allah yang sangat luar biasa. Untuk itu, rasa syukur harus selalu ada dalam hati dan pikiran kita sebab kita semua adalah karya Allah yang sempurna dan berharga di mata-Nya.

“Kesadaran bahwa tubuh kita adalah bait Allah dan Roh Allah diam di dalam kita, menyadarkan akan karya Allah yang luar biasa dalam kehidupan kita. Kelebihan dan kelemahan kita hendaklah menjadikan kita lebih bersyukur kepada Tuhan sebab Ia tetap memandang kita sebagai makhluk yang berharga dan mulia di hadapan-Nya meskipun kita sering gagal”.

Soal-soal latihan:
1.    Apakah manfaat kelebihan atau bakat yang kamu miliki untuk kamu sendiri?
2.    Bagaimana kelebihan atau bakatmu bias mendatangkan manfaat bagi orang lain?
3.    Bagaimana cara kamu menyikapi atau menghadapi kekurangan-kekurangan yang ada di dalam dirimu?
4.    Bahagia atau kecewakah kamu terhadap keadaanmu saat ini?
5.    “Kamu adalah bait Allah” (1Korintus 3:16). Apakah yang seharusnya kamu lakukan untuk menjaga “bait Allah” tersebut?





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar